Yayasan Gita Pertiwi berpartisipasi dalam pada Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota Pada 29 Juni 2026 dengan tema “ Merajut Ketangguhan Kota Melalui Tata Kelola Pangan dan Inklusif dan Berkelanjutan”.  Gita Pertiwi memaparkan pengalaman dan strategi dalam pengelolaan pangan holistik, inklusif, dan berkelanjutan untuk sekolah. Titik Sasanti, sebagai Direktur Gita Pertiwi menyampaikan model penghubung langsung antara petani regeneratif dan program makan sekolah. Paparan ini menyoroti sumber utama konsumsi anak ketika di sekolah yaitu kantin sekolah dan program makan bergizi gratis.

Dalam materinya Titik Sasanti menawarkan beberapa pola rantai suplai pangan sehat untuk kantin sekolah. Dimulai dari petani yang memproduksi pangan berkualitas sesuai dengan standar mutu, kemudian dikurasi oleh aggregator didistribusikan secara terjadwal ke kantin sekolah untuk diolah menjadi menu sehat dan bergizi untuk siswa. Kantin sekolah yang mendapat suplai pangan sehat dari petani lalu meningkatkan kualitasnya menjadi kantin sekolah sehat ramah anak. Selain itu Gita Pertiwi juga menceritakan pengalaman dalam melakukan intervensi terhadap menu sehat pada dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Gita Pertiwi berperan sebagai pihak agregator yang menghubungkan antara petani regeneratif dengan pemilik dapur SPPG. Melalui agregasi ini petani mendapat kepastian penyerapan produknya sekaligus memastikan para siswa mendapat olahan dari produk berkualitas.

Tak hanya memaparkan materi Gita Pertiwi juga terlibat aktif dalam sesi diskusi kelompok. Titik Sasanti memimpin diskusi tentang resiliensi mutu pangan, distribusi, dan pasar, sementara Khoirunnisa memimpin dalam diskusi kelompok resiliensi konsumen. Hasil diskusi tersebut digunakan untuk menghasilkan masukan kebijaakan yang operasional, berkelanjutan bagi sistem penguatan pangan kota di Indonesia. Keterlibatan ini mempertegas komitmen Gita Pertiwi dalam mendorong sistem pangan kota melalui penguatan jejaring antara sekolah, petani, dan pemangku kebijakan.