Ramadhan Ceria Pangan: Kolaborasi Berbagi Pangan Berlebih Guna Mewujudkan Lingkungan Bebas Sampah Pangan di Kota Surakarta

Surakarta – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan ampunan. Di bulan ini, umat muslim berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadah dan kebaikan. Pada bulan ini tidak hanya menjaga diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lingkungan dan ketahanan pangan sesama. Seperti pada Ramadhan kali ini, Gita Pertiwi dan Carefood memiliki kegiatan ramadhan ceria pangan dengan berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan …

Aksi Jelajah Pasar dan Belanja Minim Plastik di Pasar Jebres: Langkah Nyata Menuju Kota Ramah Lingkungan

Surakarta, 21 Maret 2025 – Gita Pertiwi menggelar aksi nyata peduli lingkungan dengan mengadakan acara “Jelajah Pasar dan Belanja Minim Plastik” di Pasar Jebres, Surakarta. Pasar tradisional memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat lokal, menjadi pusat perputaran ekonomi sekaligus wadah bagi beragam kekayaan kuliner dan produk lokal. Pasar Jebres sendiri dikenal sebagai salah satu pasar tradisional yang cukup besar di …

300 Triliun yang Terbuang Sia-Siadi Tempat Pembuangan Sampah (TPA)

Gita Pertiwi – Menurut UNEP (United Nations Environment Programme) dalam bukunya yang berjudul Food Waste Index Report 2021 Indonesia menjadi penghasil food loss and wasteterbesar ke-4 di Dunia, dengan rata-rata 20,93juta ton/tahunnya atau 2,33% dari jumlah global dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Tinggi dan terus meningkatnya food loss and wastemenjadi kegagalan dalam pengelolaan lingkungan yang menghasilkan limbah makanan …

Transformasi Pasar Jebres Minim Sampah: Dari Sisa Menjadi Nilai Guna

Kota Surakarta masih dihadapkan bencana yang terus mengintai akibat tingginya timbunan sampah. Setidaknya dalam kurun waktu 1 tahun terakhir ini TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Putri Cempo Solo telah mengalami 3 kali kebakaran hebat yang mengakibatkan pencemaran lingkungan masyarakat. Ketika api berkobar, dampak yang ditimbulkan sangat serius. Asap tebal yang mengepul dari lokasi kebakaran mengandung zat-zat berbahaya, seperti karbon monoksida, partikulat, …

Gita Pertiwi Ajak Guru Sekolah dan Dinas di Kota Surakarta Studi Banding Implementasi Sekolah Ekologis di Ecoton Kabupaten Gresik

Gita Pertiwi gelar kegiatan studi banding dalam rangka mengimplementasikan program sekolah ekologis di Ecoton. Kegiatan ini diikuti oleh guru tim Adiwiyata dari SMP N 9 Surakarta, SMP N 3 Colomadu, SMP N 3 Surakarta, SDN Cemara Dua Surakarta, MIM 1 PK Sukoharjo, SDN Sampangan 22 Surakarta, SMP N 2 Juwiring, tim UKS/M, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Lingkungan Hidup …

Aksi Bersama Kurangi Sampah Plastik, Gita Pertiwi Edukasi Anak Sekolah Tentang Cemaran Plastik Sekali Pakai di SMPN 3 Surakarta

Dewasa ini keberadaan plastik masih menjamur di setiap sendi kehidupan masyarakat. Plastik sudah seperti dari bagian hidup masyarakat yang memiliki peran vital. Disisi lain, keberadaan plastik yang sudah menjamur berdampak pada lingkungan yang semakin tidak sehat. Mulai dari cemaran mikroplastik yang berbahaya bagi tubuh, plasatik yang sulit terurai mencemari tanah hingga perairan, hingga berdampak pada pemanasan global. Timbunan sampah plastik …

Tolak Mubadzir!!! Begini Gita Pertiwi Mendorong Pemanfaatan Sisa Makanan Santri Sebagai Ternak Maggot

Yogyakarta – Gita Pertiwi fasilitasi Kelompok Tani Ngremboko Yogyakarta untuk memanfaatkan sampah pangan dari warga dan santri sebagai pakan ternak maggot.Gita Pertiwi bersama Kandang Maggot Jogja berkolaborasi untuk mendorong Kelompok Tani Ngreboko dalam sirkulariti sampah pangan melalui budidaya maggot. Sebanyak 16 kg maggot hasil produksi hasil memanfaatkan sampah pangan warga dan santri. Sebanyak 20 kg sampah pangan terkelola untuk budidaya …

Gita Pertiwi Berhasil Kelola 4 Ton Pangan Sisa Konsumsi Masyarakat Solo
Menjadi Lebih Bermanfaat

Gita Pertiwi – Sebanyak 4 ton pangan sisa konsumsi masyarakat solo telah dikelola Gita Pertiwi pada bulan Mei 2024. Dari 4 ton tersebut 1,1 ton pangan masih layak konsumsi terselamatkan dengan menyalurkan secara free kepada warga yang membutuhkan seperti panti asuhan, pemulung, pejuang jalanan, petugas kebersihan jalan, dan warga kurang mampu lainnya. Sedangkan 3 ton pangan yang sudah menjadi sampah …

“Satu Tindakan, Banyak Manfaat: Perangi Pemborosan Pangan Untuk Lingkungan Berkelanjutan”

Sampah di Indonesia semakin menjadi masalah yang serius. Bukan hanya jumlahnya tapi juga pengelolaannya. Bahkan sampah organik yang jumlahnya lebih dari 50% ternyata sebagian besar berasal dari pangan kita yang berlebihan. Data KLHK membeberkan pada tahun 2023 Indonesia mencapai 17,651,898.96 ton timbunan sampah dan 41,1 % nya adalah sisa makanan. Rumah tangga dan aktivitas pasar (jual beli makanan) menjadi dua …