Tag: Kota Minim Sampah

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Gita Pertiwi Bersama Aliansi Anak Muda Kampanyekan Gaya Hidup Zare Waste di CFD Solo

Solo – Setiap tanggal 5 Juni seluruh dunia memperingati dengan hari lingkungan hidup sedunia. Tema yang di angkat pada hari lingkungan hidup kali ini tentang Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan. Menyambut hari yang penting tersebut Gita Pertiwi bersama BEM UNS dan Walhi Jawa Tengah kampanyekan gaya hidup zero waste kepada masyarakat terutama […]

Gita Pertiwi Dorong Kandang Maggot Jogja Sebagai Taman Belajar Sirkular Ekonomi dari Pemanfaatan Sampah Oarganik untuk Ternak Maggot

Yogyakarta, Mei 2024 – Kandang Maggot Jogja (KMJ) merupakan salah satu peternak maggot terintegrasi dengan memanfaatkan sampah organik dapur dari masyarakat sekitar. Gita Pertiwi melihat kegiatan usaha ternak maggot di daerah perkotaan ini memiliki peluang yang menjanjikan tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga sosial-budaya, pendidikan, dan lingkungan. Sehingga cocok sekali apabila KMJ selain berorientasi […]

Gita Pertiwi in Action: Ajak Generasi Muda Untuk Cinta Lingkungan Melalui Sekolah Ekologis

Plastik saat ini masih menjadi kegemaran masyarakat sebagai kemasan makanan dan pembungkus barang. Harganya yang terjangkau dan ringan untuk dibawa kemana-mana menjadi alasan kuat plastik masih menjadi pilihan utama masyarakat. Padahal unsur plastik yang susah terurai tersebut memiliki dampak negatif yang berkepanjangan bagi lingkungan. Bahkan 1 bungkus plastik dengan bahan dasar polystyrene butuh waktu hingga […]

“Satu Tindakan, Banyak Manfaat: Perangi Pemborosan Pangan Untuk Lingkungan Berkelanjutan”

Sampah di Indonesia semakin menjadi masalah yang serius. Bukan hanya jumlahnya tapi juga pengelolaannya. Bahkan sampah organik yang jumlahnya lebih dari 50% ternyata sebagian besar berasal dari pangan kita yang berlebihan. Data KLHK membeberkan pada tahun 2023 Indonesia mencapai 17,651,898.96 ton timbunan sampah dan 41,1 % nya adalah sisa makanan. Rumah tangga dan aktivitas pasar […]

Anak Muda Solo Belajar Pertanian Organik di KWT Ngudi Makmur

SOLO—Sekitar 20 anak muda di Kota Solo mempelajari pertanian organik bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur, Kelurahan Joglo, Banjarsari, Solo, akhir Juli 2023 lalu. Di lahan pertanian Ngudi Makmur di RW 005 Joglo, para pemuda belajar membuat pestisida nabati, pengolahan sampah rumah tangga hingga membuat pupuk dari kasgot (bekas maggot). Kegiatan itu merupakan bagian […]

Tips Mengurangi Sampah Makanan di Bulan Ramadan

SOLO—Konsumsi makanan selama bulan Ramadan idealnya menjadi lebih sedikit karena ibadah puasa. Namun terkadang hal yang terjadi justru sebaliknya. Euforia saat berbuka puasa tak jarang membuat orang banyak membeli makanan maupun minuman yang disukai. Seringkali bahan makanan tersebut berakhir di tempat sampah lantaran Anda sudah kekenyangan. Riset Yayasan Gita Pertiwi Solo menemukan jumlah sampah makanan […]

Soloraya Didorong Miliki Aturan Soal Pembatasan Plastik Sekali Pakai

SOLO—Yayasan Gita Pertiwi mendorong semua daerah di Soloraya memiliki peraturan wali kota/bupati yang mengatur pembatasan plastik sekali pakai. Upaya tersebyt untuk menekan bertambahnya sampah plastik yang berbahaya untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Sejauh ini di Soloraya baru Wonogiri yang memiliki peraturan yang membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Problem sampah plastik di Indonesia memang kian mengkhawatirkan. […]

Gaya Hidup Minim Sampah Perlu Ditanamkan Sejak Bangku Sekolah

SOLO— Staf Program Kota Minim Sampah Gita Pertiwi, Oktaviani Ikasari, mengatakan edukasi mengurangi plastik sekali pakai perlu dilakukan sejak dini, salah satunya melalui sekolah. Gaya hidup minim sampah bakal lebih mudah terbentuk jika ditanamkan sejak kecil. “Saat ini rata-rata konsumen bergantung pada produk kemasan sekali pakai, yang pada akhirnya membentuk gaya hidup ‘asal buang’,” ujarnya […]

5 Sekolah di Soloraya Komitmen Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

SOLO—Sekolah memiliki peranan besar dalam membentuk karakter anak. Hal ini karena sebagian waktu mereka habis untuk pembelajaran di sekolah. Upaya mengatasi masalah lingkungan pun bakal ideal jika ditanamkan sejak dini di bangku sekolah. Dengan demikian, karakter peduli lingkungan bakal mereka bawa hingga dewasa. Latar belakang tersebut membuat Yayasan Gita Pertiwi menginisiasi kolaborasi dengan sekolah dalam […]