Pembelajaran Bisnis Bagi Smallholder Mitra IACCB

PEMBELAJARAN BISNIS BAGI SMALLHOLDER MITRA IACCB


Berangkat dari upaya mengembangkan kapasitas smallholder ini dan mitra baru, Gita Pertiwi menyelenggarakan kegiatan workshop untuk memantapkan usaha pengembangan sapi potong yang dijalankan oleh organisasi mitra IACCB di 4 lokasi pada tanggal 11-14 Maret 2019 di Bojonegoro dan Solo. Workshop yang diikuti oleh perwakilan empat organisasi peternak mitra IAACB yang memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan organisasi atau pengurus usaha. Dalam workshop ini dirancang selain menjadi forum mendiskusikan rencana pengembangan organisasi bisnis juga upaya pengembangan usaha kedepan. Dalam workshop ini akan belajar dari organisasi smallholder lain yang sukses mengembangkan usaha  dan berdiskusi dengan narasumber yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter bisnis yang dijalankan oleh smallholder.

Tiga smallholder mitra kerja IACCB  yakni PT. Cahaya Abadi Petani di Kalimantan Selatan, KPT Maju Sejahtera di Lampung dan SPR Mega Jaya di Bojonegoro telah mendapatkan fasilitasi lewat serial coaching sejak bulan Oktober sd Desember 2018. Pada tahap pertama focus pada revitalisasi organisasi, tahap kedua pembuatan bisnis plan (rencana usaha) dan tahap yang terakhir adalah membahas  rencana usaha sekaligus tata kelola organisasi dan usaha. Keseluruhan tahapan coaching pengembangan organisasi ini bertujuan merevitalisasi organisasi dalam menjalankan usaha pembibitan sapi potong yang lebih profesional. Revitalisasi organisasi terkait penataan aturan, struktur dan penempatan tim dalam mengelola organisiasi dan usaha. Sedangkan untuk meningkatkan performance usaha dimulai dengan pembuatan rencana usaha (bisnis plan) hingga mengatur tata kelola organisasi dalam menjalankan usaha agar menguntungkan (komersiil).

Hasil kegiatan coaching / asistensi pertama yang telah dilakukan pada bulan Oktober 2018 di tiga organisasi telah menghasilkan beberapa draft aturan yang tertuang dalam ART (aturan rumah tangga), penataan tim hingga aturan organisasi dalam menjalankan usaha. Termasuk juga merumuskan standart operasional prosedur (SOP) hingga standarisiasi tim,  struktur organisasi yang lebih fungsional serta penataan administrasi organisasi. Pada coaching kedua yang telah dilakukan pada bulan Nopember 2018, melanjutkan dengan membuat rencana usaha bagi usaha pembibitan sapi potong dan usaha turunanya yang dijalankan oleh setiap organisasi.  Sedangkan coaching bulan Desember ini adalah melanjutkan pembahasan implementasi rencana usaha (business plan) sekaligus melakukan tata kelola organisasi dalam menjalankan usaha berdasarkan bisnis plan yang sudah dibuat. Tata kelola usaha ini adalah mengatur mekanisme kerja, aturan hingga mengatur hak dan kewajiban. Termasuk didalamnya menghitung sumberdaya yang dimiliki oleh organisasi dan bagaimana mengatur kerjasama dengan para pihak.

Saat ini tahapan serial coaching bagi tiga smallholder hampir  selesai dilakukan. Setiap organisasi telah memiliki perubahan hasil ditingkat organisasi maupun dalam menjalankan usaha pembibitan sapi potong yang sudah dilakukannya sejak bermitra dengan IACCB. Perubahan mendasar baik di setiap organisasi adalah membuat aturan-aturan dalam menjalankan fungsi organisasi serta memperjelas rencana usahanya baik usaha pembibitan sapi potong maupun usaha turunan lainnya yang menjadi potensi disetiap organisasi. Dalam bidang usaha, setiap organisasi telah memiliki rencana usaha yang lebih sistematis berdasarkan pengalaman menjalankan bisnis selama ini.

Share:
RSS
Follow by Email
Facebook
Facebook
Twitter