Studi Kepemimpinan Perempuan dan Peranannya Dalam Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga di Pedesaan

  • PDF
  • Print
  • E-mail

 

Pembangunan yang telah berjalan sekian lama ternyata  belum mampu memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia. Di banyak negara termasuk Indonesia, pembangunan seringkali memperkokoh ketertinggalan perempuan pada banyak aspek. Akses pada ekonomi salah satu yang saat ini dianggap oleh berbagai pihak sebagai sumber daya yang harus dimiliki perempuan, karena tanpa ekonomi banyak perempuan tidak mampu membuat keputusan terutama bagi dirinya, anak, keluarga dan masyarakat. Perempuan juga menjadi lebih tertinggal dan rentan mengalami kekerasan. Ditingkat pedesaan, kasus kekerasan perempuan karena ekonomi juga banyak terjadi. Perempuan yang tinggal di area pedesaan lebih jauh tertinggal aksesnya dibandingkan yang tinggal di perkotaan. Hal ini karena pembangunan banyakberpusat di kota. Sementara itu, untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan tidaklah cukup dengan program kemiskinan atau ekonomi saja namun harus menyelesaikan hambatan struktural yang menyebabkan akses perempuan terhambat. Salah satu hambatan ini adalah posisi danrelasi yang tidak setara akibat budaya patriarchy, juga keterlibatan perempuan dalam membuat keputusan di ranah domestik dan publik terbatas.

 

 

Latar belakang inilah yang memberikan ide untuk mengkaji kapasitas kepemimpinan perempuan dalam memperbaiki posisi dan pola relasinya dalam masyarakat serta peran perempuan dalam ekonomi rumah tangganya. Hasil study ini digunakan sebagai masukan bagi program aksi untuk penguatan dan pengembangan kepemimpinan perempuan di bidang ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam di provinsi Sulawesi Tenggara. Studi ini menggunakan metode partisipatif, dimana masyarakat yang merupakan fokus studi disertakan secara langsung ikut menganalisa hasil, sehingga akan terjadi penguatan dan transfer of knowledge bagi perempuan di tingkat lokal. Disamping itu, sejumlah tehnik pengumpulan data seperti misalnya observasi, survay, studi kasus, FGD (Forum Grup Discussion), interview mendalam serta studi dokumenter digunakan untuk mempertajam dan memperluas data yang diperlukan. Sementara aset-aset lokal yang akan digunakan adalah Jaringan dari mitra ACCESS tahap II dari 16 kabupaten di 4 propinsi, juga masyarakat yang menjadi mitra kerja LSM lokal yang bekerja di 4 lokasi di Sulawesi Tenggara.

 

Temuan utama dari studi ini yaitu perempuan di rumah tangga pesisir tidak hanya sebagai Ibu Rumah Tangga (RT), tetapi bekerja dan berorganisasi karena pendapatan suami dari laut tidak mencukupi kebutuhan . Di rumah tangga perdesaan, perempuan yang bekerja dan berorganisasi lebih besar jumlahnya daripada perempuan di pesisir. Konsumsi RT sebagian dicukupi dari hasil kebun. Selain bekerja mencari nafkah, perempuan juga bertanggung jawab dalam pekerjaan domestik serta reproduksi. Jumlah waktu kerja baik dalam domestic maupun mencari nafkah seringkali menghabiskan waktunya dalam sehari dan ini seringkali menjadi beban ganda bagi perempuan. Terkait dengan peran publik, perempuan rumah tangga di pedesaan atau pesisir cukup aktif dalam organisasi lokal (PKK, Koperasi, majelis Taklim, dasawisma,dll) yang ada di desa/kalurahannya. Meski tidak menduduki pemimpin/pengurus, banyak perempuan senang bergabung walau sebatas menjadi anggota.. Ini menunjukkan selain berperan untuk mencari pendapatan bagi keluarganya, perempuan berusaha mendapatkan kesempatan berkembang disela-sela kesibukannya mengurus rumah tangga walaupun terbatas kemampuannya.

 

Banyak perempuan mengalami keterbatasan baik pada modal, ketrampilan maupun tehnologi. Namun demikian banyak perempuan mampu mengembangkan sumber`penghidupannya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnyanya. Pekerjaaan yang digeluti selain pekerjaan yang terkait kultur adalah bertani dan nelayan, mereka juga berdagang maupun membuat olahan makanan.. Banyak perempuan mempunyai lebih dari 1 jenis perkerjaan, karena mereka sadar betul setiap jenis pekerjaan mempunyai resiko dan sangat tergantung musim. Dari sinilah sangat kelihatan peran dan kontribusi perempuan dalam ekonomi rumah tangga sangat besar terutama untuk pemenuhan pangan keluarga dan pendidikan anaknya. Kontribusi perempuan sangat besar terutama dalam pangan keluarga dan pendidikan anaknya. Minimal 80% pendapatan perempuan digunakan untuk hal itu Hanya saja pendapatan perempuan belum banyak digunakan untuk mengembangkan usaha atau membeli asset sebagai tabungan masa depan. Hal ini dikarenakan masih lemahnya posisi perempuan dalam mengambil keputusan strategis ditingkat keluarga.

Perempuan yang bekerja dan berorganisasi ternyata lebih aktif dan mempunyai rasa percaya diri dibanding yang hanya di rumah tangga. Kapasitas ini menjadi dasar meningkatkan kepemimpinan perempuan. Kepemimpinan perempuan lahir bila diberi kesempatan meski membutuhkan proses panjang.

Rossana Dewi R & Wina Putri (Gita Pertiwi)