Burung Hantu dan Momok Tikus Sawah

rubbuha2

Hama tikus seringkali menjadi momok para petani khususnya  yang tengah menanam padi. Pasalnya adanya hama tikus tersebut membuat panen gagal atau berkurang. Selama ini para petani kesulitan untuk mengatasi permasalahan ini karena minimnya jumlah musuh alami. Burung hantu merupakan musuh alami para tikus. Sangat efektif menekan pergerakan para  tikus di waktu malam hari. Kecepatan terbang burung hantu dan ketajaman matanya membuat para tikus bersembunyi dan tidak memakan padi. Alhasil lama-kelamaan tikus pun berkurang karena tidak berani keluar dari sarang untuk mencari makan, tidak mendapat karbohidrat sehingga tidk mampu beranak.

Sayangnya jumlah burung hantu semakin lama semakin berkurang. Hal ini tidak lain karena banyaknya orang yang memburunya. Burung hantu sering diburu untuk dijadikan binatang peliharaan ada pula yang memburunya untuk diperjualbelikan. Inilah yang membuat  jumlah burung hantu semakin berkurang dan jumlah tikus sawah pun semakin meningkat.  Setidaknya dalam sehari, burung hantu bisa memangsa sekitar 6 hingga 7 tikus. Jika jumlah burung hantu semakin banyak maka akan semakin banyak pula jumlah tikus yang diburu.

Inilah yang mendorong Gita Pertiwi memberikan pelatihan para petani Desa Karang Lo, Kecamatan Polanharjo, Klaten untuk mengembangbiakkan burung hantu. Pelestarian musuh alami tikus untuk mengatasi hama tersebut. Jenis yang dikembangbiakkan adalah jenis burung hantu putih atau serak jawa atau tyro alba scopoli 1979. Saat ini burung hantu yang ada berjumlah 9 ekor. Jumlah tersebut tentu belum mampu mencukup kebutuhan. Pasalnya tikus merupakan hewan yang mudah berkembang biak. Sehingga untuk mengatasinya memerlukan lebih banyak burung hantu. Para petani diberikan pelatihan untuk mengembangkan burung hantu di sekitar wilayah lahan penanaman padi. Saat ini pembangunan rumah-rumah burung hantu di sekitar lahan padi pun tengah dilakukan.

Burung hantu tersebut dikarantina dan ditangkarkan terlebih dahulu sebelum benar-benar dilepaskan ke alam bebas. Burung hantu tersebut tentu saja diberikan makan berupa tikus-tikus liar yang diperoleh. Saat dilepaskan, selanjutnya diikuti dengan sosialisasi untuk melindungi populasi burung hantu. Keseimbangan jumlah burung hantu membantu mengurangi hama tikus yang mengancam padi-padi yang tengah ditanam. Jika hanya mengembangbiakkan burung hantu tanpa disertai sosialisasi mengenai manfaat burung hantu itu sendiri, maka menyulitkan upaya pengendalian hama tikus yang tengah dilakukan.

Selain itu untuk melindungi populasi burung hantu, juga tengah diupayakan adanya peraturan desa yang mengatur hal tersebut. Dari kepolisian juga terdapat hukum pidana untuk melindungi burung hantu. Karena burung hantu juga termasuk hewan yang dilindungi sehingga memburunya termasuk tindakan pidana. Untuk mengatasi hama tanaman padi seperti tikus, tidak selalu harus menggunakan bahan-bahan kimia yang mungkin membahayakan. Namun cukup mengembangbiakkan atau melestarikan musuh alaminya sehingga permasalahan hama tikus bisa teratasi.

The goal, she says, is that parents trained through the institute will point other parents to look at this page the resources they need to help their children

Author: wpupdateuser

Related to Burung Hantu dan Momok Tikus Sawah

Kacang Gude
Kacang Gude (Cajanus Cajan)

Kacang Gude atau Cajanus Cajan (L) termasuk jenis tanaman kacang – kacangan (leguminosa) yang banyak diusahakan masyarakat baik di sawah maupun di tegalan. Tanaman Gude tumbuhnya tegak dengan tinggi tanaman sekitar 0,5 – 4 m, perakarannya serabut / tipis-tipis mencapai kedalaman 2 m. Tanaman ini...

Green Innovation

Berinovasi telah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari manusia. Hingga saat ini, dunia telah menyaksikan jutaan inovasi yang dilakukan oleh manusia untuk meningkatkan taraf kehidupan. Namun, berapa banyakkah dari jutaan inovasi tersebut yang mengusung konsep Inovasi Hijau atau Green Innovation?...

IMG_1047
Legitnya Hasil Pemurnian Benih Padi Rojopusur

Salah satu hal yang mendorong keberhasilan pengembangbiakan tanaman padi adalah pemilihan bibit atau benih pagi yang digunakan. Benih padi yang benar-benar unggul bisa menghasilkan tanaman padi yang berkualitas. Benih padi unggulan tidak harus mencari atau membelinya dengan harga  mahal. Namun bisa...

Septic Tank
Resmi! Pembangunan Septic Tank Jomblang Dimulai

Hanya dalam hitungan bulan, keinginan warga Jomblang untuk menikmati septic tank komunal akan segera terwujud. Pagi itu di hari yang cerah, pembangunan septic tank komunal untuk 71 rumah di 3 RT di Jomblang telah dimulai. Pada akhir tahun 2014, sebanyak 318 penerima manfaat tidak lagi perlu untuk me...

Sayur Organik
Kreasikan Kebun Sayur Organik di Rumah

Tidak memiliki lahan yang luas bukan berarti menunda untuk berkreasi menanam tanaman sayuran. Menggunakan media pot dengan sentuhan seni menanam akan menghasilkan sayur yang lezat dan membuat pekarangan rumah menjadi lebih asri. Dengan menanam tanaman dalam pot paling tidak ada dua keuntungan yang a...

Lahan Asam
Tips Penanganan Alami Terhadap Lahan Asam

Pernahkah mengalami penurunan hasil panen? Jika iya, penting adanya untuk mengecek tingkat keasaman tanah. Bisa jadi, penurunan hasil tersebut dikarenakan tanah terlalu asam. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tingkat keasaman tanah berpengaruh banyak terhadap produktifitas tanaman termasuk tanaman pa...

DSC_7978 - Copy
Laboratorium Karang Lo Lahirkan Ragam Inovasi Pertanian

Perkembangan teknologi tentu menjadi bagian yang penting dari kemajuan sebuah bidang termasuk pertanian. Namun, hal itu tidak serta merta dapat berjalan tanpa diiringi dengan perkembangan kapasitas petani. Bayangkan ketimpangan yang akan terus berlangsung apabila petani hanya menjadi konsumen dari i...

Hutan-Rakyat
Program Hutan Kemasyarakatan

Dalam program ini, konsep SAF dipahami sebagai sebuah sistem pengelolaan lahan dengan berasaskan kelestarian, yang meningkatkan hasil lahan secara keseluruhan, mengkombinasikan produksi tanaman (pohon-pohonan), tanaman hutan, atau hewan secara bersamaan atau berurutan pada unit lahan yang sama denga...

YAYASAN GITA PERTIWI (GP)

Jl. Baturan Raya ( Jl. Griyan Lama ) No. 20 RT. 01 RW. 01, Colomadu, Surakarta 57171, Indonesia
Telp : 0271-710465
Fax : 0271-718956
Email dan website : gita@indo.net.id / www.gitapertiwi.org Kontak Person : Titik (+6281329989384) dan Rossana Dewi (+628122977169)

Lokasi

Copyright © 2014 Gitapertiwi. All rights reserved.