ASPORI dan Pengamatan Awal Benih Padi Ciboga

Foto

Bentangan alam dataran rendah dengan persediaan air yang cukup menjadi karakteristik wilayah Kabupaten Wonogiri. Keberadaan Waduk Gajah Mungkur yang dibangun pada masa Orde Baru telah mendukung geliat kegiatan pertanian terutama pertanian tanaman padi. Hampir di tiap wilayah Wonogiri, petak lahan pertanian padi sangat mudah ditemukan. Tidak heran jika daerah ini juga telah melahirkan berbagai kelompok petani yang aktif mengembangkan pertanian di wilayah mereka. Tentunya adalah hal yang sangat baik untuk mendukung kelompok-kelompok terus dalam berbagai cara dimana salah satunya dengan membentuk wadah jaringan kelompok petani. Dalam hal ini, Gita Pertiwi telah menginisiasi pembentukan Asosiasi Petani Organik Wonogiri atau kerap dikenal dengan ASPORI sejak 2014. ASPORI menampung kelompok petani dari lima kecamatan di Wonogiri yakni Baturetno, Batuwarno, Tirtomoyo, Giriwoyo dan Giritontro.

Keberadaan asosiasi atau jaringan memudahkan petani dari berbagai kelompok untuk saling bertukar ilmu dan belajar bersama juga berjuang untuk hak-haknya. Selain memudahkan transfer ilmu untuk pengembangan dunia pertanian terutama di wilayah Wonogiri, ASPORI dibentuk juga untuk menggalakkan pertanian organik yang belakangan ini telah menjadi buah bibir di seluruh dunia. Pertanian organik yang identik dengan penggunaan bahan dan cara alami termasuk pupuk dan pembasmi hama merupakan perlawanan terhadap maraknya penggunaan bahan kimia sejak dimulainya Revolusi Agraria. Jika dilihat dari asal-usulnya, pertanian organik menjanjikan hasil produksi pertanian padi yang lebih alami. Alami berarti tidak terkontaminasi bahan kimia dan tentu jauh lebih sehat.

Seperti sebagian besar kegiatan pengembangan pertanian di Indonesia, dalam aktifitasnya bersama ASPORI, Gita Pertiwi menerapkan konsep Sekolah Lapang atau SL. Kegiatan pertama yang dilakukan ASPORI bersama Gita Pertiwi adalah SL benih padi yang telah berlangsung sejak bulan Juni 2014 hingga akhir tahun. Dalam hal ini, jenis benih padi yang diamati dan diteliti adalah benih Ciboga yang merupakan benih hibrida. Mengapa memilih benih Ciboga? Ciboga adalah benih padi baru yang dikenalkan oleh pemerintah sehingga penting bagi petani untuk dapat mengetahui karakteristik benih ini sebelum petani mulai menanamnya.

Kegiatan diawali dengan menanam benih padi Ciboga di lahan pertanian seluas 1600 m2 dengan melibatkan seluruh anggota ASPORI yang semuanya berprofesi sebagai petani. Pada setiap aktifitas, ASPORI didampingi oleh narasumber petani lokal dan staf lapangan Gita Pertiwi. Pengamatan terhadap pertumbuhan benih padi tersebut dimulai sejak benih mulai tumbuh beberapa hari. Selanjutnya, ketika tanaman sudah menginjak umur 30 hari, pengamatan yang dilakukan menjadi lebih intensif dan mendetail. Beberapa hal yang diamati oleh secara langsung di lapangan adalah: tinggi tanaman, bentuk tanaman, tipe tumbuh tanaman, jumlah daun, warna daun, posisi daun, muka daun, anakan produktif, warna batang, warna tangkai batang, CVL, dan juga kondisi lahan saat itu serta identifikasi penyakit atau hama yang bisa menyerang tanaman.

Latar belakang anggota ASPORI yang merupakan petani aktif sangat memudahkan kelancaran pelaksanaan seluruh kegiatan. Bisa dikatakan, hasil pengamatan yang dilakukan oleh ASPORI sudah sesuai dengan hasil nyata yang telah diteliti sebelumnya oleh pemerintah. Termasuk dalam pengidentifikasian hama dan penyakit yang kerap menyerang benih Ciboga, diantaranya adalah wereng, keong mas, virus daun, dan ulat daun. Selanjutnya, pengamatan terus dilakukan secara berkala hingga tanaman telah matang dan menghasilkan padi yang akan terjadi ketika umur tanaman mencapai 115 – 125 hari.

write my paper my company

Author: wpupdateuser

Related to ASPORI dan Pengamatan Awal Benih Padi Ciboga

Program Wash dan KIA di Klaten Tahun 2017

Rintisan Penerapan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) 5 Pilar di 4 Desa (Kebonharjo, Wangen, Ponggok, Daleman) dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) di 8 Desa, adalah program baru kerjasama Gita Pertiwi dan PT TIV Klaten. WASH dan KIA – Water Access Sanitation and Hygiene dan Kesehatan Ibu A...

Program
Sekilas Program Penghidupan Berkelanjutan (Sustainable livelihood)

Program ini merupakan respon dari beragamnya bencana lingkungan yang muncul di beberapa wilayah Indonesia. Salah satu program yang diinisiasi adalah program pemulihan ekonomi pedesaan, terutama pasca terjadinya musibah gempa tahun 2007 kemarin yang ada di daerah Cawas, Klaten terutama bagi 856 perem...

Hutan-Rakyat
Program Hutan Kemasyarakatan

Dalam program ini, konsep SAF dipahami sebagai sebuah sistem pengelolaan lahan dengan berasaskan kelestarian, yang meningkatkan hasil lahan secara keseluruhan, mengkombinasikan produksi tanaman (pohon-pohonan), tanaman hutan, atau hewan secara bersamaan atau berurutan pada unit lahan yang sama denga...

Alat Tenun
BENANG dalam TENUN

Siapa sangka masyarakat Indonesia, khususnya Klaten juga menjadi salah satu penghasil produk kerajinan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang cukup besar. Alat manual yang sebagian besar menggunakan tenaga manusia sebagai penggeraknya. Produk tenun menjadi menarik ketika kita melihat rangkaian ben...

Pengaplikasian Pestisida Nabati di Lahan Petani
Pengembangan Pestisida Organik di Laboratorium Lapang Petani Karanglo

Salah satu ragam inovasi pertanian di Laboratorium Lapang Petani di Desa Karanglo, Kec. Polanharjo, Kab. Klaten adalah pengembangan pestisida organik. Tujuan pengembangan pestisida organik adalah sebagai upaya pengendalian hama yang ramah lingkungan. Beberapa resep pembuatan pestisida organik ini di...

Meningkatkan Keanekaragaman Sumber Protein Nabati Masyarakat dengan Konservasi Tanaman Koro-Koroan (kacang-kacangan lokal di lahan kering)

Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. UU No 18/2012 tentang Pangan telah memandatkan Indonesia harus mencapai kondisi Ketahanan Pangan. Ketahanan Pangan dimaknai sebagai kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik ju...

Pestisida
Penggunaan Pestisida Rumah Tangga, Musuh Dalam Selimut

Kedaulatan Rakyat 6 Desember 2007   SOLO (KR) – Ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan pestisida rumah tangga semakin terasa, sementara di antara mereka banyak yang belum memahami cara pemakaian yang benar. Akibatnya, tak sedikit masyarakat pengguna yang terkena dampak negatif dari pem...

YAYASAN GITA PERTIWI (GP)

Jl. Baturan Raya ( Jl. Griyan Lama ) No. 20 RT. 01 RW. 01, Colomadu, Surakarta 57171, Indonesia
Telp : 0271-710465
Fax : 0271-718956
Email dan website : gita@indo.net.id / www.gitapertiwi.org Kontak Person : Titik (+6281329989384) dan Rossana Dewi (+628122977169)

Lokasi

Find Us

Copyright © 2014 Gitapertiwi. All rights reserved.